Akankah Chrome OS Populer di Indonesia?

Share on Facebook0Tweet about this on Twitter0Share on Google+0Share on Tumblr

Siapa yang tak kenal Google? Raksasa dibidang teknologi informasi dan komunikasi ini mulai melebarkan sayapnya dengan membuat sistem operasi untuk PC desktop maupun mobile PC. Jika Microsoft menghadirkan Windows 8 untuk sistem operasi terbarunya. Google menghadirkan Chrome OS dengan basis open source yang dapat dikembangkan secara bebas.

Konsep yang dihadirkan Google pada Chrome OS ini sedikit berbeda dibanding OS umum yang kita kenal saat ini. Jika sebelumnya Anda pernah mendengar Net OS atau Net PC, maka konsep itulah yang coba ditawarkan Google melalui Chrome OS. Gagasan mengenai Net OS maupun Net PC bukanlah hal baru. Hal sudah lama hal ini menjadi wacana dan perhatian para ilmuwan namun belum terdapat realisasi secara pasti untuk hal ini. Sampai pada akhirnya realisasi untuk gagasan tersebut dituangakan dalam cloud computing. Perangkat hardware kedepannya mungkin hanya akan menyertakan sistem operasi minimal seperti yang diusung Google Chrome OS untuk dukungan arsitektur x86 maupun ARM. Meskipun tampak sederhana, Anda tetap dapat mengakses ribuan aplikasi di dalamnya. Desain GUI  untuk sistem ini akan menggabungkan interface yang digunakan web browser dengan modus layar penuh atau split jika dimungkinkan.

Berbagai aplikasi akan tersedia dalam bentuk client sehingga Anda tidak akan terbebani dengan tuntutan spesifikasi tertentu untuk mendukung aplikasi tersebut. Bagusnya lagi seluruh file akan tersimpan di server. Anda tidak lagi membutuhkan harddisk fisik untuk melakukan ini, dengan begitu Anda masih tetap dapat mengakses file tersebut dimanapun berada.

Akses internet menjadi faktor penting dalam terealisasinya Net OS ini. Namun pembangunan infrastruktur untuk menunjang hal ini sudah terlihat saat ini sehingga realisasi Net OS sudah cukup terjamin.

Simple, Fast, and Secure

Google Chrome OS adalah sistem operasi open source yang dirancang oleh Google Inc. untuk bekerja secara eksklusif dengan aplikasi web. Google Chrome OS diumumkan pada tanggal 7 Juli 2009, dan versi stabilnya akan diluncurkan umum pada paruh kedua tahun 2010. Sistem operasi ini menggunakan basis Linux dan hanya akan berjalan pada pada perangkat keras yang dirancang khusus. Antarmuka penggunanya dirancang mengambil pendekatan minimalis, seperti penjelajah web Google Chrome. Sistem operasi ini memang lebih ditujukan bagi mereka yang menghabiskan sebagian besar waktunya di Internet. Lalu bagaimana dengan Indonesia? Hal tersebut sangat mungkin terealisasi, jika mengacu pada pertumbuhan infrastruktur saat ini yang masih terus berkembang.

Pada tanggal 11 Mei 2011, Google mengumumkan bahwa mereka akan merilis Chrome OS secara komersial bekerja sama dengan dua produsen ternama yaitu Acer dan Samsung Electronics. Chrome OS diklaim dapat melakukan booting awal dalam waktu sekitar 8 detik dan lama pengoperasian sebanyak 8 jam jika menggunakan baterai. Selain itu juga Chrome OS diklaim aman dari virus karena menggunakan penyimpanan data berbasis cloud yaitu Google Drive. Chrome OS juga sudah tertanam 3G seperti yang sering kita temukan pada tablet maupun ponsel.

Pada tanggal 29 Mei 2012, Chrome OS sudah ditanamkan pada chromebook seri awal chromebook dari Samsung, yaitu Chromebook 550 dam Chromebox. Keduanya merupakan perangkat yang mendukung awal kemunculan dari sistem operasi ini untuk bersaing di pasar dunia.

Sistem operasi Chrome ini diklaim Google akan bekerja lebih baik dibandingkan Windows, Mac OS X, variasi Linux dan bahkan sistem operasi Android. Menurut Google, dunia telah berganti dri model PC built-in untuk individu bekerja offline, menjadi bisnis sharing file antar tempat kerja secara online dimana saja dan kapan saja. Perpindahan tersebut secara otomatis mengurangi pentingnya proses power dan kompleksitas system operasi. Alasan lainnya adalah untuk kemudahan user ketika update status Facebook, editing foto atau video yang membutuhkan kecepatan dan daya tahan baterai yang lama.

Ide Google ini memiliki tujuan, untuk membuat system operasi yang cepat, aman, dan ringan untuk dijalankan pada device portable. Chrome OS ini bekerja dengan metode baru ‘windowing’ atau switching antara multi aplikasi. Dengan adanya user interface baru ini dapat menangani penyimpanan data, file dan aplikasi. Selain itu, Chrome OS ini sudah menggunakan standard web seperti HTML 5, yang merupakan pengembangan software di browser yang berbasis sistem operasi, yang mudah dipahami developer saat ini.

Seperti dijelaskan sebelumnya, konsep Chrome OS bukanlah karya orisinil. Sebelumnya Palm telah merilis WebOS di Palm Pre sebagai pengembangan web-friendly di engine browser yang berbasis Linux. Namun begitu, Chrome OS ini memiliki cakupan lebih luas dibanding WebOS dari Palm, yang memiliki semua aplikasi dan layanan web yang bisa dilakukan melalui komputer, termasuk mengirim email, mengirim dokumen, edit foto, dan browsing web.

Google mencoba melakukan tes dengan menghadirkan Chrome OS pada notebook untuk para pengguna, pengembang, sekolah dan bisnis. Notebook yang dijadikan tester oleh Google, tidak memiliki merk dan tidak berlogo. Notebook ujicoba tersebut menggunakan layar 12,1 inci yang mampu bertahan selama 8 jam penggunaan. Notebook dengan Chrome OS merupakan bentuk ujicoba Google untuk merancang sistem operasi yang cepat, mudah digunakan baik oleh teman ataupun kerabat. Notebook ini memiliki kecepatan login, sederhana dan membutuhkan waktu hanya 7 detik saja untuk dapat dioperasikan oleh pengguna. Hal ini dikarenakan Google menerapkan lapisan arsitektur yang lebih sederhana dibandingkan dengan OS pada umumnya, sehingga memberikan akses yang lebih cepat.

Selain itu, kesederhanaan interface-nya pun menjadi benefit tersendiri, sehingga orang yang awam sekalipun dapat dengan mudah mengoperasikan perangkat ber-OS Chrome ini layaknya menjalankan sebuah web browser. Apalagi hanya dengan single account saja, Anda sudah bisa menikmati semua fitur dan fasilitas yang disediakan oleh Google seperti Google Docs, Google Spreadsheet, dan sebagainya.

Dari seluruh kemampuan yang ditawarkannya, Chrome OS sepertinya akan menjadi OS yang cukup populer di masa depan dengan syarat jika dukungan infrastruktur sudah memadai. Selain itu, mengacu pada konsepnya yang lebih mengandalkan cloud, maka akan lebih optimal jika segmen penjualannya lebih ke arah B2B atau instansi sehingga seluruh fitur dan fasilitas yang dihadirkannya bisa langsung  dirasakan manfaatnya.

Share on Facebook0Tweet about this on Twitter0Share on Google+0Share on Tumblr

Comments

comments

Add a Comment