Beema dan Mullins : AMD APU Generasi ke-3

Share on Facebook0Tweet about this on Twitter0Share on Google+0Share on Tumblr
Tahun 2014 sepertinya menjadi tahun yang penuh dengan kejutan dalam ranah teknologi komputer, khususnya jika kita berbicara mengenai AMD. Perusahaan dibidang semikonduktor ini tidak henti-hentinya menghadirkan teknologi teranyar mereka mulai dari HSA (Heterogenous System Architecture), Graphic Core Next architecture, Mantle technology, dan AMD TrueAudio technology. Dan lewat acara AMD Tech Day ini, AMD kembali mengumumkan kehadiran dua APU (Accelerated Processing Unit) terbaru mereka yang diberi nama Beema dan Mullins. Kedua APU ini merupakan APU generasi ketiga dan ditujukkan untuk menggantikan posisi Kabini dan Temash. Teknisnya adalah Beema akan menggantikan Kabini dan diterapkan pada perangkat mobile di segmen entry-level sedangkan Mullins akan menggantikan Temash dan diterapkan pada perangkat low power seperti tablet.
Sebetulnya, rumor mengenai kehadiran kedua APU ini sudah tersiar sejak November 2013 lalu dan lewat acara AMD 2014 Mobility Update. Namun, belum banyak informasi yang bisa didapat, sampai pada akhirnya pada 24 April 2014 AMD akhirnya memberikan informasi detail mengenai hal ini.

Beema dan Mullins akan menjadi senjata baru AMD dalam memasuki ranah low power device yang saat ini lebih banyak didominasi oleh perangkat berbasis ARM. Dan bahkan Intel lewat platform Clover Trail dan BayTrail-nya sudah masuk lebih dahulu ke segmen ini meski bukan menggunakan basis ARM namun set instruksi x86. Pasalnya, set instruksi ini masih dipercaya sebagai sistem yang paling powerful untuk saat ini. Sama halnya dengan Intel, AMD juga menggunakan basis x86 pada kedua APU terbarunya. Padahal processor berbasis x86 memiliki kecenderungan kurang efisien dalam hal konsumsi daya jika dibandingkan dengan ARM. Pernyataan tersebut memang benar pada awalnya, namun sepertinya hal tersebut tidak berlaku lagi untuk saat ini. Intel dan AMD dalam beberapa tahun terakhir telah melakukan serangkaian riset yang memfokuskan pada pengurangan konsumsi daya pada chip mereka. Bahkan AMD sendiri mengklaim bahwa pada APU Beema dan Mullins,  memiliki konsumsi daya yang lebih rendah hingga 20% dibandingkan generasi sebelumnya namun mampu memberikan performa lebih baik. Untuk lebih detailnya, simak artikel ini hingga tuntas karena akan dipaparkan juga hasil pengujian terhadap perangkat tablet reference AMD  yang menggunakan APU Mullins. 

Low Power APU berkemampuan tinggi
APU Beema dan Mullins  sepertinya halnya Kabini dan Temash ,masih mengusung teknologi fabrikasi 28nm. Namun bedanya core processor yang digunakan adalah core baru yang bernama Puma+ yang tergabung dalam unit SoC (System on Chip) bersama dengan GPU berbasis arsitektur GCN dengan 128 CU(compute Unit).
Dengan dukungan spesifikasi tersebut, tampaknya Beema dan Mullins akan menjadi competitor yang patut untuk diperhitungkan dan menjadi lawan tangguh platform Bay Trail milik Intel yang sama-sama mengusung low power processor dengan set instruksi x86-64.
Jika kita sekilas menengok ke belakang ketika AMD menghadirkan APU Kabini dan Temash setahun yang lalu. Kedua platform tersebut memang memberikan performa yang cukup baik di segmennya namun sayangnya, keduanya belum memberikan peningkatan efisiensi daya yang signifikan di mana rata-rata memiliki TDP 15 W dan 9 W, dan hanya 1 SKU saja yang memiliki TDP 3.9 W.  Padahal dengan TDP yang sama Intel telah memiliki low power processor yang diimplementasikan pada perangkat Ultrabook dan memiliki performa yang jauh lebih baik.
Menyikapi hal ini, AMD rupanya tidak tinggal diam. Beema dan Mullins hadir sebagai jawaban dari AMD sebagai APU baru yang tidak hanya memberikan performa tinggi, tetapi juga memiliki konsumsi daya yang lebih rendah.

Pada gambar di atas diperlihatkan grafik perbandingan konsumsi daya antar Kabini dan Beema dalam menjalankan beragam aplikasi seperti eReader, Web browsing, 1080p. 

Share on Facebook0Tweet about this on Twitter0Share on Google+0Share on Tumblr

Comments

comments

Add a Comment