Chromebook Mulai Menggantikan Peran iPad di Amerika

Share on Facebook0Tweet about this on Twitter0Share on Google+0Share on Tumblr

Terkait artikel sebelumnya yang saya posting (baca : Akankah Chrome OS Populer di Indonesia?). Dikutip dari Techspot, ternyata di Amerika untuk kali pertamanya Chromebook menjadi perangkat yang paling populer digunakan di lingkungan akademik. Padahal sebelumnya, penggunaan perangkat untuk kegiatan belajar umumnya lebih didominasi oleh perangkat berbasis Windows ataupun iOS.

Berdasarkan laporan dari IDC, jumlah total penjualan Chromebook ke sekolah di Amerika mencapai 715.000 unit hingga kuartal ketiga 2014. Bandingkan dengan iPad yang hanya mencapai 702.000 unit.

Lalu faktor apakah yang menyebabakan perangkat Chrome OS kian populer? Faktor harga tampaknya menjadi faktor utama yang menyebabkan hal tersebut. Chromebook merupakan produk yang mengusung Chrome OS memiliki kisaran harga dimulai dari $199. Itupun sudah dilengkapi beragam fitur unggulan bawaan Google seperti Google Classroom dan Google Apps yang dapat digunakan secara gratis untuk lingkungan akademik. Lalu bandingkan dengan iPad Air yang dibanderol pada harga kisaran mulai dari $379, meskipun sudah termasuk aplikasi edukasi di dalamnya.

Faktor lainnya adalah dukungan keyboard terintegrasi pada Chromebook yang tidak dimiliki iPad. Penambahan keyboard fisik pada iPad tentunya akan membutuhkan biaya tambahan lagi. Selain itu, pengadaan Chromebook sebagai media dan sarana pembelajaran berbasis IT akan sangat lebih efektif dan efisien. Sekolah bisa menyediakan perangkat berbasis Chrome OS seminimal mungkin jika terbentur dana. Artinya, tidak semua murid harus mendapatkan unit masing-masing. Perlu diingat, konsep Chrome OS sendiri adalah komputasi berbasis web dan cloud sehingga semua layanan, aplikasi dan data akan tersimpan di awan. Dengan begitu, sekolah cukup menyediakan katakanlah 20 unit per 60 siswa untuk dipakai secara bergantian. Setiap murid bisa melakukan login dengan ID masing-masing kemudian mengakses datanya. Dan jika sudah selesai, mereka bisa logout kemudian melakukan Powerwash (factory reset) pada perangkat chromebook-nya agar bisa digunakan oleh user lain.

Dengan segala keunggulan tersebut, tampaknya perangkat berbasis Chrome OS akan menjadi rintangan yang cukup berat bagi Apple untuk bisa bersaing di segmen ini. Lalu, apakah kesuksesan serupa akan juga dialami di Indonesia? Kita nantikan saja.

Share on Facebook0Tweet about this on Twitter0Share on Google+0Share on Tumblr

Comments

comments

Add a Comment