High Bandwidth Memory Generasi Kedua (HBM2) akan Hadir di Pascal dan Polaris

HBM Generasi Kedua

Share on Facebook0Tweet about this on Twitter0Share on Google+0Share on Tumblr

HBM 2

Awal tahun ini  JEDEC mengumumkan update terhadap standar DRAM terbaru, yakni JESD235a atau dikenal dengan istilah HBM2 . Bagi pemerhati hardware yang selalu mengikuti perkembangan sektor memory tentu saja cukup menarik mengingat memory adalah komponen vital sebagai pendongkrak kinerja sistem secara keseluruhan.

Kurang lebih sekitar tujuh bulan yang lalu, AMD telah meluncurkan GPU pertamanya yang telah mengadopsi teknologi HBM melalui “Fiji” dengan debut awal Radeon R9 Fury X. Kehadiran Fury X ini juga sekaligus sebagai momentum kebangkitan AMD diindikasikan dengan hadirnya sejumlah produk dan teknologi baru yang menyusul kemudian.

Kehadiran HBM 2 tentunya merupakan booster untuk melanjutkan strategi yang tengah berjalan saat ini. Di mana video card berbasis HBM-nya terbukti mampu memberikan performa yang cukup tinggi sekaligus memberikan dampak positif lain baik dari sisi operasional kerja, suhu, serta kemungkinan penggunaan rancangan produk yang lebih ringkas mengingat implementasi HBM mampu mereduksi area board secara signifikan.

HBM generasi pertama sejauh ini hanya diimplementasikan pada video card milik AMD saja. Sementara  NVIDIA masih setia pada GDDR5. Meski begitu, cerita berbeda baru akan kita temukan pada GPU generasi selanjutnya. Baik NVIDIA maupun AMD, keduanya ternyata telah bersiap menyambut HBM2 ini. NVIDIA dengan “Pascal”, sementara AMD dengan “Polaris” akan sama-sama menerapkan memory HBM 2. Dan hal ini dipastikan akan sangat menarik.

polaris vs pascal

HBM 2 : Polaris vs Pascal

Kedua produsen GPU ini kini berharap pada Samsung yang sedang besar-besaran memproduksi chip memory 4GB HBM2. Chip memory ini memungkinkan satu kartu grafis menampung memory lebih dari 16GB. Jika benar NVIDIA dan AMD akan menerapkan memory ini, bisa dipastikan peningkatan bandwidth akan 5 kali lebih tinggi dibanding dengan GDDR5 saat ini. Keuntungan performa didukung oleh efieisnsi daya dikarenakan sistem stack pada HBM2 mereduksi hingga 95% area dibanding GDDR5.

Bukan hanya dua vendor GPU saja yang akan menikmati kelebihan memory HBM2, tapi juga kemungkinan besar juga akan diterapkan pada memory berkecepatan tinggi pada ranah supercomputer, server dan data center. Tingkat efisiensi daya yang menggiurkan juga sangat menarik jika diterapkan pada mobile device atau smartphone dan tablet. Di sistem komputasi mobile, sistem APU yang kini masih terkendala dengan memory grafis onboard kemungkinan akan mendapati solusi tepat.

4GB-HBM2-DRAM-structure_main-640x428

Secara singkat, HBM2 adalah formasi bertingkat dari lembaran memory atau biasa dengan sebutan penempatan secara vertikal yang sudah diterapkan pada HBM generasi pertama. Tiap lembaran terkoneksi bersama dengan sistem through silicon vias (TSV) yang tidak menggunakan kabel namun beruba tonjolan berukuan nano. Karena tiap koneksi sangat dekat, komunikasi diantaranya tidak memakan banyak waktu dan rute data menjadi sangat singkat. Hal ini memangkas pemakaian daya dan juga meningkatkan througput. Generasi pertama HBM menghasilkan 128GB/s bandwidth lewat 4 lapis tumpukan chip 2Gbit dengan total 1GB yang dihubungkan pada bus 1024 bit dengan tegangan 1.2 volt. AMD Fury menggunakan 4 chip untuk mencapai bandiwidth 512GB/s dan kapasitas 4GB. Bila dikomparasikan dengan teknologi HBM generasi kedua ini, Samsung meningkatkan kapasitas menjadi 4GB total dan bandwidth perstack 256GB/s. Interface yang digunakan masih sama 1024 bit dan implementasi sumber tegangan 1.2 volt. Secara teoritis kartu grafis bisa mencangkokkan 16GB kapasitas memory dan 1024GB/s bandwidth secara total. Spesifikasi ini 2 kali dari AMD Fury X dan 3 kali dari NVIDIA Titan X.

Share on Facebook0Tweet about this on Twitter0Share on Google+0Share on Tumblr

Comments

comments

Add a Comment