Implementasi Teknologi Virtual Reality pada Industri Game

This entry is part 4 of 5 in the series Virtual reality
Share on Facebook0Tweet about this on Twitter0Share on Google+0Share on Tumblr

Industri game bisa dikatakan sebagai industry yang memiliki prospek cukup cerah, banyak perusahaan elektronik danpengembang game memfokuskan produksinya pada industri yang satu ini. Hasilnya, dapat kita lihat saat ini – perkembangannya jauh melebihi ekspektasi. Berbagai game sudah mengimplementasikan teknologi 3D yangterlihat lebih nyata dari mulai genre First Person Shooter (FPS) hingga Role Playing Game (RPG).

Konsep permainan game pun akhirnya merambah ke wearable virtual reality yang dapat digunakan meliputi headgear dan sarung tangan yang sudah ditanamkan berbagai macam sensor. Hal ini dimaksudkan agar memberikan sensasi permainan game nyata dan intuitif.

Nintendo Virtual Boy

Virtual Reality game telah menjadi populer selama bertahun-tahun. Sejak tahun 1950-an, kontrol gerak yang sensitif dalam lingkungan VR telah menjadi tren. Perusahaan Nintendo pada tahun 1990 bahkan sudah mengimplementasikan teknologi ini pada produknya yang bernama Nintendo Virtual Boy. Di mana konsep yang dihadirkannya adalah memasangkan perangkat berupa headgear (tutup kepala) untuk memberikan lingkungan gaming yang lebih nyata bagi gamer yang menggunakannya.

Nintendo Virtual Boy merupakan salah satu dari banyak konsep atau ide yang “out of the box” yang dikeluarkan oleh Nintendo. Virtual Boy, atau dikenal sebagai Bacharu Boi di Jepang, adalah perangkat game konsol yang sudah mampu menampilkan grafis 3D. Konsol ini memanfaatkan ilusi kedalaman yang disebut dengan Parallax. Hal ini serupa dengan teknologi yang digunakan berbagai konsol game berbasis virtual reality yang hadir pada tahun 90-an.

Tampilan game di virtual boy

Sayangnya langkah yang ditempuh Nintendo kala itu gagal dikarenakan hardware yang digunakan sangat mahal sehingga tidak mampu dijangkau oleh konsumen. Nintendo Virtual Boy dirilis pada tahun 1995 dan dibanderol dengan harga $180, harga yang termasuk sangat tinggi pada masa itu sehingga pada tahun 1996, Nintendo memutuskan untuk menghentikan produksinya. Selain itu, beberapa aspek lain seperti kesalahan strategi pemasaran serta kurangnya fokus dalam mengembangkan Virtual Boy menjadi alasan lain gagalnya Virtual Boy.

  • Hardware

Dari segi hardware, Virtual Boy terdiri dari display dan controller yang keduanya dihubungkan melalui kabel. Virtual Boy merupakan konsol berbasis 32-bit pertama dari Nintendo dan menggunakan sepasang 1×224 linear array yang secara cepat memindai array melewati area visual menggunakan cermin datar yang berosilasi. Cermin ini bergetar bolak balik dengan kecepatan yang sangat tinggi sehingga memberikan efek noise pada unit saat dioperasikan. Untuk fitur audio, konsol ini juga sudah dilengkapi speaker kecil yang berada pada bagian kiri dan kanan.

  • Display

Seperti yang sudah dsebutkan sebelumnya, konsol besutan Nintendo ini sudah mampu menghadirkan true 3D graphics di mana memanfaatkan ilusi kedalaman yang disebut Parallax. Padahal sebagian besar konsol berbasis virtual reality lainnya menggunakan isyarat monokuler untuk mencapai ilusi 3 dimensi pada layar dua dimensi.   Menggunakan konsep Head Mounted Display, konsol ini dipakaikan ke kepala dan pengguna dapat melihat tampilan monokromatik lewat lensa yang terbuat dari neoprene.

  • Controller

Virtual Boy juga menghadirkan unit pengendali atau kontroler yang berbentuk huruf M yang te
rdiri dari tombol 4 arah dan 2 tombol tambahan untuk masing-masing sisi kiri dan kanan. Selain itu, hadirnya tombol 4 arah tersebut mengisyartkan dukungan Z-axis di mana hal tersebut  merupakan syarat utama dalam sebuah konten tiga dimensi.

Series Navigation<< Virtual Reality : Oculus RiftVirtual Reality : Trend Gaming Masa Depan >>
Share on Facebook0Tweet about this on Twitter0Share on Google+0Share on Tumblr

Comments

comments

Add a Comment