In-Depth AMD Kaveri A10-7800

Share on Facebook0Tweet about this on Twitter0Share on Google+0Share on Tumblr

Kehadiran AMD kaveri sebetulnya, merupakan angin segar bagi para user PC tanah air. Pasalnya, AMD Kaveri menawarkan benefit serta opsi yang lebih variatif sebagai processor mainstream. Namun sayangnya, lini processor generasi ke-empat ini sejak Januari 2014 lalu, hanya terbatas pada seri A10-7850K dan A10-7700K.

Hingga akhirnya, AMD mengumumkan ketersediaan seri Kaveri terbaru mereka yakni A10-7800. Bersamaan dengan A10-7800 ini, hadir pula A8-7600 dan A6-7400K dengan penawaran yang lebih menarik dari segi price/performance.

Melalui artikel kali ini, kami akan membedah fitur dan kemampuan dari salah satu seri AMD Kaveri terbaru, yakni AMD 10-7800. Disebutkan bahwa, processor APU ini diklaim memiliki fitur menarik seperti customizable TDP (cTDP) serta kemampuan overclock yang lebih powerful. Penasaran? Simak artikel ini hingga tuntas. 

Lineup

Jika kita melihat seri APU AMD dari mulai seri Llano, tampaknya terdapat pola yang sama dalam perilisan seri processor kelas desktopnya yakni  seri tertinggi diikuti seri terendah dengan rentang waktu yang cukup pendek. Pada Llano, AMD merilis dua seri processornya di bulan pertama diikuti empat seri di dua bulan berikutnya dan digenapkan menjadi total tiga belas seri pada akhir 2011. Selanjutnya pada Trinity, AMD merilis dua seri processor pada dua bulan pertama diikuti dengan sepuluh seri processor hingga akhir 2012. Begitu pula Pada Richland, AMD merilis delapan processor-nya sekaligus kemudian diikuti delapan seri berikutnya hingga pada akhir 2013 dan tiga seri lagi di 2014.

Pada Kaveri, pola di atas tampaknya tidak berlaku lagi, AMD ternyata memberikan waktu delay yang cukup lama dalam menghadirkan line-up terbaru Kaveri. Tiga seri terbaru AMD Kaveri yakni A10-7800, A8-7600 dan A6-7400K akhirnya rilis secara bersamaan pada bulan Juli 2014 lalu.

Terdapat alasan khusus mengapa AMD memberikan delay yang cukup lama dalam menghadirkan seri APU Kaveri ini. Hal tersebut sepertinya berkaitan dengan spesifikasi nilai TDP yang hadir pada APU Kaveri terbaru, di mana nilainya ada pada kisaran 65W saja.  nilai TDP tersebut ternyata jauh lebih rendah dibandingkan dengan seri APU Kaveri sebelumnya yang memiliki nilai TDP 95W. Melihat pencapaian ini, maka cukup wajarlah effort yang dilakukan AMD selama 6 bulan tersebut, ketimbang setiap dua bulan merilis processor baru namun tanpa perubahan yang berarti. Apalagi, ketiga seri terbaru ini memiliki konfigurasi TDP yang dapat diatur hingga menyentuh angka 45W saja.

Fitur cTDP tampaknya akan menjadi fitur yang menjadi point selling dari Kaveri. Bagaimana tidak? Kaveri yang termasuk dalam jajaran produk baru memiliki sebuah fitur unik, yakni customizable TDP, yakni kemampuan untuk secara manual mengubah TDP dari APU untuk menyesuaikan dengan skenario penggunaan. Akses untuk melakukan konfigurasi tersebut bisa Anda temukan melalui menu BIOS . Dengan memilih pengaturan cTDP sebesar 45 Watt, pengaturan clock pada APU(baik CPU dan GPU) akan sedikit diturunkan, yang memberikan benefit operasi yang lebih rendah dikarenakan TDP turun, serta konsumsi dayanya akan sedikit lebih hemat.

Dari hasil pengujian internal seperti diperlihatkan pada gambar, tampak beberapa nilai hasil pengujian menggunakan synthetic benchmark menggunakan PCMark 8 dan 3DMark. Dari pengujian tersebut, diperlihatkan terdapat penurunan skor sekitar 6% ketika beroperasi pada TDP 45W. Padahal, selisih efisiensi yang dihasilkan dari penurunan TDP ini mencapai 30%. Ini berarti, AMD telah berhasil menghadirkan processor yang hemat daya namun tetap mampu menjaga kualitas performanya.

Arsitektur

Dari segi arsitektur Kaveri memiliki perbedaan yang cukup signifikan dari pendahulunya. APU Kaveri sudah mengadopsi teknologi fabrikasi 28nm meski menggunakan ukuran die yang sama yakni 245mm2. Meski begitu, Kaveri memiliki jumlah transistor yang lebih banyak yakni sekitar 2.41 milyar transistor ketimbang APU Trinity/ Richland yang hanya  1.3 milyar transistor saja. Ini berarti, AMD berhasil membenamkan 80% transistor lebih banyak pada Kaveri, di mana 47% diantaranya dialokasikan untuk unit GPU terintegrasinya. Jumlah transistor yang lebih banyak tentunya memberikan pengaruh yang cukup signifikan terhadap kinerja processor karena semakin banyak proses/instruksi yang bisa diakomodir oleh processor dalam satu waktu.

Peningkatan jumlah transistor bukanlah satu-satunya parameter yang memberikan pengaruh besar terhadap performa Kaveri. Sejumlah optimasi pada konsumsi energinya pun semakin ditingkatkan dengan hadirnya fitur cTDP seperti yang sudah dibahas di awal.

Share on Facebook0Tweet about this on Twitter0Share on Google+0Share on Tumblr

Comments

comments

Add a Comment