Menjaga Privasi dan Integritas Data dengan Security Phone

Share on Facebook0Tweet about this on Twitter0Share on Google+0Share on Tumblr

utama

Masih hangat di telinga kita tentang kasus penyadapan yang menimpa pejabat dan pemimpin negara kita yang ternyata sudah berlangsung sejak tahun 2009. Hal tersebut diungkapkan oleh Edward Snowden yang merupakan mantan anggota NSA (national Security Agency). Pemerintah Australia dituding sebagai pihak yang bertanggung jawab atas aksi tersebut. Snowden mengatakan aksi penyadapan itu merupakan bagian dari program kerja oritas nasional penyadapan Australia alias Australian Signals Directorate (ASD. Program itu diberi sandi “Stateroom” dan meliputi intersepsi radio, telekomunikasi, dan lalu lintas Internet. Belum usai dengan itu, lagi-lagi terjadi kasus serupa yakni adanya dugaan penyadapan 1,8 juta pelanggan Telkomsel dan Indosat oleh NSA dan badan intelijen Australia. Laporan ini, lagi-lagi, berasal dari mantan anggota NSA, Edward Snowden. Edward menyebutkan adanya spionase massal dan pengumpulan data dari dua operator tersebut.

Kedua kasus yang cukup menghebohkan di atas adalah merupakan bukti rentannya sebuah informasi baik berupa teks ataupun suara yang memanfaatkan jalur digital. Apalagi saat ini, tren komputasi awan telah menjadi layanan umum dan sudah banyak dimanfaatkan oleh perusahaan Client seperti Google Drive, Facebook, OneDrive, Twitter hingga aplikasi OTT (Over The Top) seperti BBM (blackberry Messenger) dan WhatsApp. Tren komputasi awan seperti ini memang diakui sangat memanjakan serta mudahkan user dalam mengakses data atau saling berkomunikasi dengan user lain. Apalagi layanan tersebut bisa digunakan untuk berkomunikasi lintas kota bahkan lintas negara dengan cara yang mudah. Namun sebagai timbal baliknya, keamanan serta privasi user sangat rentan untuk bocor dan di salahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Melihat acaman yang cukup serius dari kasus ini, beberapa perusahaan besar mulai berlomba-lomba untuk mendesain sebuah perangkat ataupun platform yang memang dirancang dengan tingkat keamanan yang tinggi. Untuk itu, simak ulasan tentang security phone yang kami paparkan berikut ini.

1. Boeing Black Smartphone

Sebelumnya, nama Boeing selalu identik dengan nama sebuah perusahaan penerbangan. Namun kali ini, Boeing menghadirkan produk yang cukup unik yakni sebuah smartphone dengan fitur security. Smartphone tersebut diberi nama Boeing Black.

Sama halnya dengan jenis smartphone yang umumnya beredar, Boeing Black pada dasarnya merupakan sebuah Smartphone Android. Bedanya smartphone ini sudah dilengkapi berbagai fitur keamanan yang menjaga data dan privasi penggunanya.

Perangkat ini ditargetkan untuk pasar enterprise dan pemerintahan yang memang sangat membutuhkan sebuah perangkat yang aman dari berbagai aksi penyadapan atau aksi apapun yang dapat merugikan penggunanya.

Beberapa fitur kemanan yang dihadirkan oleh Boeing Black smartphone ini adalah sebagai berikut :
a. Disk Encryption: penyimpanan terenkripsi untuk data yang bersifat sensitif
b. Hardware Root of Trust: memastikan keabsahan atau keaslian dari software
c. Hardware Crypto Engine: melindungi data yang tersimpan dan dikirimkan
d. Embedded Secure Components: memungkinkan operasi web
e. Trusted Platform Modules: menyediakan tempat penyimpanan data yang aman
f. Secure Boot: menjaga integritas data
g. Hardware Modularity : kemampuan modularitas

Sistem keamanan yang ditanamkan pada Boeing Black didukung oleh Boeing PureSecure architecture, yang memang dirancang sejak awal untuk lingkungan mobile. Arsitektural yang digunakan pada smartphone ini dibangun dengan lapisan keamanan mulai dari level hardware tertanam, kontrol kebijakan sistem operasi, hingga tingkat manajemen sistem. Perangkat ini juga dilengkapi dengan fitur enkripsi untuk menjaga keamanan serta integritas dari data.
Fitur yang tidak kalah menarik adalah hardware modularity seperti yang telah disebutkan di atas. Boeing Black menghadirkan fungsi modular pada smartphone-nya di mana terdapat expansion port yang bisa dimanfaatkan untuk menyematkan sensor tambahan ataupun fitur dukungan lainnya seperti baterai ekstra, atau koneksi satelit. Hal tersebut membuat smartphone ini memungkinkan untuk dioperasikan di berbagai lingkungan mobile.

2. Blackphone

Mengusung nama dan fungsi yang agak mirip dengan Boeing Black, produk hasil kreasi dari Geeksphone dan Silent Circle juga hadir sebagai perangkat smartphone dengan fitur keamanan ekstra. Blackphone menyediakan berbagai fitur keamanan bagi penggunanya dengan melakukan enkripsi pada panggilan telepon, email, teks, dan internet browsing. Akses yang digunakan untuk terhubung ke internet pada Blackphone memanfaatkan sebuah VPN, atau Virtual Private Network, memungkinkan Anda untuk membuat sambungan aman ke jaringan lain melalui Internet. VPN dapat digunakan untuk mengakses situs yang berada di luar jangkauan wilayah, melindungi aktivitas browsing Anda dari pencuri data pada Wi-Fi publik, dan banyak lagi.

Seperti halnya smartphone yang umumnya beredar saat ini, Blackphone menggunakan sistem operasi Android sebagai basis sistemnya. Bedanya, sistem operasi Android yang digunakan sudah mengalami modifikasi dan dikenal dengan istilah PrivateOS. Sistem operasi ini secara esensial akan menutup seluruh akses jalur belakang (backdoor) yang biasanya sering ditemukan pada sistem operasi mobile. Beberapa fitur utama yang hadir pada PrivateOS diantaranya adalah anonymous search, privacy-enabled bundled apps, smart disabling of Wi-Fi, control app permissions, private communication (calling, texting, video chat, browsing, file sharing dan conference calls). Fitur-fitur keamanan yang tersedia pada Blackphone ini nantinya akan di-update secara berkala untuk menjaga performa dari fitur keamanan smartphone ini.

3. Samsung Knox

Samsung Knox menyediakan fitur keamanan yang memungkinkan konten bisnis dan konten pribadi untuk tetap berjalan berdampingan pada handset yang sama. Pengguna dapat menekan ikon yang akan berganti dari mode personal ke mode bekerja dan bagusnya, saat proses tersebut tidak terjadi delay atau reboot untuk merasakan efeknya. Samsung telah mengklaim fitur ini akan sepenuhnya kompatibel dengan Android dan Google dan akan memberikan pemisahan secara penuh antara data pribadi dan data pekerjaan.

Layanan Knox adalah bagian dari layanan Samsung for Enterprise (SAFE) yang diperuntukkan untuk tablet dan smartphone. Pesaing utama Samsung Knox adalah Blackberry Balance, layanan yang memiliki fungsi yang sama yakni memisahkan antara data pribadi dan pekerjaan.

4. Blackberry balance

Sama seperti Samsung Knox, BlackBerry Balance merupakan teknologi yang dihadirkan untuk memisahkan konten pribadi dan konten pekerjaan Anda. Segala informasi yang berada di smartphone BlackBerry akan dipisahkan sesuai areanya. User tidak dapat melakukan copy-paste informasi atau data yang berada pada konten pekerjaan ke konten pribadi. Hal tersebut dimaksudkan untuk menjaga keamanan terhadap segala informasi dan data sensitif yang terkait pekerjaan.

BlackBerry Balance juga menghadirkan fitur keamanan yang tak kalah penting, di mana pengguna akan bertindak sebagai administrator yang mampu menghapus seluruh data baik data personal atau data pekerjaan secara remote. Hal tersebut dimaksudkan untuk menjaga keamanan data perusahaan agar tidak jatuh ke tangan orang yang tidak bertanggung jawab.

Share on Facebook0Tweet about this on Twitter0Share on Google+0Share on Tumblr

Comments

comments

One Comment

Add a Comment