Pelajar Indonesia Ikut Kompetisi Intel ISEF 2015 di Amerika

Share on Facebook0Tweet about this on Twitter0Share on Google+0Share on Tumblr
Intel ISEF

Foto : Liputan6

Intel Indonesia akan mengirimkan 12 pelajar untuk berkompetisi dalam Intel International Science and Engineering Fair (Intel ISEF) 2015 yang akan diselenggarakan di Pittsburgh, Pennsylvania, Amerika Serikat pada 10-15 Mei 2015.

Intel ISEF sendiri adalah kompetisi sains internasional terbesar di dunia untuk kategori pelajar. Kompetisi ini menyediakan forum tahunan yang diikuti lebih dari 1.700 siswa SMA dari lebih 75 negara dari seluruh dunia.

Pada acara ini, para inovator muda berbagi ide, memamerkan riset mutakhir, dan bersaing untuk memperebutkan lebih dari USD 5 juta dalam bentuk penghargaan dan beasiswa.

Berdasarkan informasi yang kami kutip dari Liputan6, terdapat 12 pelajar asal Indonesia yang akan ikut dalam kompetisi ini. Keduabelas pelajar tersebut berasal dari berbagai daerah di Indonesia, namun sebagian besar mewakili pulau Jawa, Kalimantan dan Bali.

Dari Pulau Jawa sendiri terdapat 6 pelajar yaitu Regia Puspitasari dan Audie Awali (SMA Negri 10 Malang) dengan karya ilmiah berjudul “Ramie Fiber as a Novel Green Electric Double Layer Capacitor Materials”. Kemudian Luca Cada Lora dan Galih Ramadhan (SMA Negri 1 Surakarta) dengan karya ilmiah berjudul “Packed VolcASH: An Inorganic Nature of Heavy Metals Adsorbent”. Sementara Bayu Mahadika dan Rizki Kurniawan (SMA Negri 3 Semarang, Jawa Tengah) dengan karya ilmiah berjudul “The production of eco ink based on leaves waste”.

Untuk wakil dari pulau Bali terdapat 4 pelajar yakni Ni Nyoman Asmarani dan Ni Nyoman Shinta Prasista Sari (SMA Negri 3 Denpasar, Bali), dengan karya ilmiah berjudul “A Paradise in Crisis: The Eroding Cultural Values in Balinese Villages”. Serta I Dewa Ary Palguna dan I Kadek Sudiarsana (SMAN Bali Mandara Singaraja) dengan karya ilmiah berjudul “The Motifs Development of Gringsing Sarong”.

Sedangkan dari Kalimantan terdapat Hansen Hartono dan Shinta Dewi (SMA Katolik Gembala Baik Pontianak, Kalimantan) dengan karya ilmiah berjudul “Bagasse-based activated carbon as efective adsorbent for heavy metal contamination from industrial activities” (Case study: Gold mining area in Mandor river, Kalimantan Barat).

Director Public Affairs Intel Indonesia, Deva Rachman, menyampaikan bahwa Intel telah mendukung Intel ISEF sejak tahun 1997.

“Kami mendorong antusiasme generasi muda yang mempelajari matematika dan sains untuk berkontribusi pada masa depan dunia,” kata Deva melalui keterangan resminya, Sabtu (9/5/2015).

Setiap tahun, sekitar 7 juta pelajar SMA di seluruh dunia mengembangkan proyek-proyek riset orisinal dan mempresentasikan karya mereka di kompetisi sains lokal dengan harapan bisa mengikuti Intel ISEF.

Hanya yang terbaik dan paling cerdas yang diundang untuk berpartisipasi dalam perayaan ilmu pengetahuan, teknologi, teknik, dan matematika ini.

 

Share on Facebook0Tweet about this on Twitter0Share on Google+0Share on Tumblr

Comments

comments