Real Time Speech-to-Text akan Menjadi Trend Masa Depan

Share on Facebook0Tweet about this on Twitter0Share on Google+0Share on Tumblr

Perangkat mobile saat ini telah memberikan perubahan secara fundamental di kehidupan kita. Mulai dari perubahan perilaku, sikap, aktivitas hingga cara berkomunikasi pun, ternyata tidak lepas dari peranan perangkat mobile.

Terkait dengan hal tersebut, baru-baru ini Google mengumumkan rencananya untuk merilis versi terbaru dari aplikasi terjemahan populernya yang dikenal dengan Google translate. Versi update tersebut nantinya akan diterapkan untuk perangkat Android, di mana menawarkan deteksi suara secara real-time dari bahasa populer seperti dikutip dari laporan New York Times. Tidak ada tanggal yang pasti kapan update tersebut akan tersedia, meskipun laporan tersebut mencatat bahwa hal itu akan segera terjadi.

Apa yang membuat hal ini menjadi sangat menarik? Bayangkan saja, Anda akan memiliki sebuah digital assistant yang akan dengan sigap menerjemahkan setiap kata asing yang terdengar kemudian mendeteksinya lalu menerjamahkannya ke dalam bahasa yang Anda mengerti. Hal ini tentu akan sangat berguna sekali, khususnya ketika Anda melakukan kunjungan atau perjalanan ke luar negeri.

google-translate-word-lensgoogle-translate-word-lens

Sampai saat ini, aplikasi penerjemah buatan Google ini sudah digunakan oleh lebih dari 500 juta pengguna aktif bulanan, dan menawarkan terjemahan dari input suara maupun tulisan dari 90 bahasa populer. Selain itu, pada update terbaru nantinya Google juga akan menyertakan fitur yang mengintegrasikan kamera. Melalui fungsi integrasi kamera tersebut, maka Google translate akan mengizinkan Anda menggunakan kamera pada perangkat Anda yang nantinya akan secara otomatis menerjemahkan tanda-tanda atau tulisan di jalan. Bahkan fitur ini menurut update terakhir yang kami temukan, akan mampu dioperasikan secara offline. Artinya, Anda dapat menerjemahkan tanda atau tulisan asing tanpa membutuhkan koneksi data/ internet.

Aplikasi dan layanan penerjemahan saat ini mulai menjadi lebih luas dan lebih portabel. Google menawarkan fitur terjemahan melalui hasil pencarian website yang terintegrasi langsung dengan browser Chrome. Sementara itu, di sisi lain Microsoft juga menawarkan Bing Translator yang menawarkan fungsi serupa dengan Google Translate. Meskipun dari segi akurasi dan dukungan bahasa, Google translate memang lebih unggul. Hal tersebut memang cukup wajar dikarenakan umur Bing translator masih tergolong muda dan tentunya masih perlu banyak pembaharuan yang perlu dilakukan.

skype

Tidak hanya Bing Translator, Microsoft ternyata baru-baru ini menghadirkan aplikasi penerjemah yakni Skype Translator. Secara fungsi, Skype Translator lebih diperuntukkan pada penggunaan video call di mana Anda dapat melakukan video call dengan orang lain di seluruh dunia tanpa harus memahami bahasa mereka. Secara sederhananya, aplikasi ini menerapkan speech-to-text engine yang akan akan merubah inputan suara menjadi teks kemudian menterjemahkannya ke dalam bahasa lain. Skype Translator bekerja secara dua arah, jadi tidak hanya bahasa dari Anda saja yang akan diterjemahkan, tetapi bahasa dari lawan bicara Anda pun akan diterjemahkan juga ketika merespon balik.

Untuk saat ini, Skype Translator baru mendukung dua bahasa yakni bahasa Perancis dan bahasa Inggris. Namun kedepannya, tentu saja akan terdapat update secara minor maupun mayor terkait dukungan bahasa serta akurasi atau ketepatan penerjemahan bahasanya.
Teknologi speech-to-text pada akhirnya telah membuka segala kemungkinan baru. Aktivitas komunikasi kini akan menjadi semakin mudah dilakukan oleh manusia dari belahan dunia manapun. Teknologi saat ini tidak lagi hanya berfungsi sebagai media saja namun sudah bertindak lebih jauh sebagai interpreter yang mampu menyederhanakan keragaman bahasa.

Share on Facebook0Tweet about this on Twitter0Share on Google+0Share on Tumblr

Comments

comments

Add a Comment