Review AMD Radeon R9 Fury X

Share on Facebook0Tweet about this on Twitter0Share on Google+0Share on Tumblr

Bagi Anda yang tengah menantikan hardware terbaru dari AMD khususnya video card generasi terbaru dari seri Radeon R7 dan R9 300, tampaknya kini sudah bisa melepas rasa penasarannya. Pada 16 Juni 2015 AMD secara resmi merilis seri Radeon R9 Fury X bersamaan dengan seri  R7 360, R7 370, R9 380, R9 390, R9 390X melalui acara E3 yang juga disiarkan secara streaming.  AMD Radeon R9 Fury X digandang-gandang menjadi video card tercanggih AMD saat ini dengan dukungan teknologi yang belum pernah diterapkan sebelumnya.

Melalui Fury X, AMD kali ini menawarkan perubahan secara radikal pada desain GPU terbarunya yaitu penggunaan teknologi revolusioner HBM (High-Bandwidth Memory). Teknologi ini memungkinkan user untuk merasakan pengalaman baru bermain game di layar 4K ataupun menggunakan Virtual Reality (VR) yang sejatinya membutuhkan bandwidth memori yang besar agar bisa berjalan lancar. Selain itu, video card terbaru ini sudah memiliki dukungan untuk API-API terbaru seperti Vulcan, OpenGL 4.5, Mantle dan DirectX 12 yang nantinya akan hadir bersama dengan sistem operasi Windows 10.

Technical Specification

AMD Radeon R9 Fury X merupakan salah satu seri tertinggi yang dihadirkan AMD saat ini. Video card ini mengimplementasikan GPU terbaru dengan nama sandi Fiji yang didalamnya sudah mengadopsi teknologi HBM dengan total memori interface sebesar 4096-bit.  Penggunaan HBM mampu memberikan peningkatan bandwidth memori 60% lebih besar ketimbang GDDR5, nilai ini dikomparasikan dengan seri radeon generasi sebelumnya yakni, Radeon R9 290X. Selain itu, HBM mampu memberikan lebih dari 3x kinerja per watt dari GDDR5 meski dengan area permukaan PCB yang 94% lebih sedikit.  Perlu diketahui, GPU Fiji dengan HBM memiliki die size (GPU + memory) 55×55 mm saja sementara GPU Hawaii milik Radeon R9 290X memiliki die size 110×90 mm.

Radeon R9 Fury X (Water Cooled)
GPU Fiji XT
Stream Processors 4096
GCN Compute Units 64
Render Output Units 64
Texture Mapping Units 256
GPU Frequency 1050Mhz
Memory 4GB HBM
Memory Interface 4096bit
Memory Frequency 500Mhz
Effective Memory Speed 1Gbps
Memory Bandwidth 512GB/s
Cooling Liquid, 120mm Radiator
Performance (SPFP) = 8.6 TFLOPS
TDP 275W
Power Connectors Dual 8-Pin
GFLOPS/Watt 28.7
Launch Price $649
Launch Date 24th June 2015

Ukuran die size yang lebih ringkas ini menjadikan Radeon R9 Fury X mampu dikemas dengan form factor yang lebih ringkas pula. Ukuran panjangnya hanya 7.5 inch saja, lebih pendek 30% dibandingkan dengan ukuran panjang dari Radeon R9 290X sehingga cocok untuk membangun sebuah perangkat desktop PC berukuran mini (mini tower).

Untuk sistem pendingin, R9 Fury X menerapkan sistem pendingin terpisah dari board utama. Di mana sistem pendingin yang digunakan adalah liquid cooled. Sistem pendingin ini cukup efektif untuk menjaga kestabilan suhu video card ini saat beroperasi dengan nilai rata-rata suhu sebesar 50’C. Penggunaan fan berdiameter besar, 120mm, menjadi kunci utama kestabilan suhu meski pada kondisi ekstrem sekalipun. Perlu diketahui, umumnya fan yang digunakan pada video card standar menggunakan ukuran diameter 90-100mm. Tak hanya dingin, fan yang diterapkan juga memiliki tingkat kebisingan yang rendah ketika beroperasi. Nilainya tidak lebih dari 32 dBA.

 

 

 

Untuk sisi operasional kerjanya, video card Fury X ini menggunakan dua konektor daya 8-pin dengan TDP 275W. Sementara untuk penggunaan sistem keseluruhan menggunakan test-bed yang kami gunakan tercatat 409W dengan kondisi full-load saat diujikan menggunakan aplikasi Furmark.

Share on Facebook0Tweet about this on Twitter0Share on Google+0Share on Tumblr

Comments

comments