Review Processor Intel Celeron

Share on Facebook0Tweet about this on Twitter0Share on Google+0Share on Tumblr

celeron notebook

Intel Celeron merupakan varian processor Intel yang diposisikan pada kasta terendah. Menjadikan processor ini sebagai pilihan paling value diantara semua tawaran processor Intel. Hal ini utamanya dikhususkan pada kategori produk notebook/ laptop standar.

Secara arsitektur sendiri, tidak ada perbedaan antara tawaran processor Celeron dengan processor Intel lainnya. Namun, Celeron biasanya memiliki jumlah cache memory, atau fitur yang secara sengaja di non-aktifkan. Minimnya fitur ini bisa menimbulkan degradasi performa yang bervariasi. Namun, biasanya cukup signifikan. Hal ini pula yang menjadikan tawaran harga yang jauh lebih murah dibandingkan misalnya Pentium, menjadi cukup wajar.

Kehadiran processor Intel Celeron sendiri bisa dirunut hingga ke model processor Intel pada generasi Pentium II terdahulu di tahun 1998. Processor Celeron paling mutakhir hingga saat penulisan, adalah generasi processor yang berbasiskan microarchitecture Sandy Bridge pada manufacturing Tick (Ivy Bridge). Kesemua processor paling mutakhir Celeron ini keseluruhannya baru mulai hadir di tahun 2013.

1. Core Microarchitecture

Pada generasi awal dari arsitektur Core, varian processor Celeron cukup memberikan alternatif yang sangat menjanjikan dalam hal keterjangkauannya. Timbal-balik, adalah banyaknya fitur yang di non-aktifkan pada model Celeron dibandingkan model processor Intel lain seperti Pentium maupun seri Core 2. Pada basis awal arsitektur Core, versi Celeron Mobile menggunakan core dari Merom sebagai pengganti varian arsitektur Core di jenis komputer desktop, yakni Conroe.

Pada varian processor Celeron basis Merom ini, terdapat dua jenis core processor yang digunakan, yaitu Merom-L, dan Merom-2M. Secara arsitektur tidak ada perbedaan antara keduanya, karena sama-sama berbasis core Merom yang sama, perbedaan utama ada konfigurasi fitur, jumlah core, dan kapasitas cache. Tingkatan terendah adalah Merom-L yang hanya dilengkapi single core processor dan memiliki 1MB cache. Pada Merom-2M ia adalah varian dual core dengan maksimal L2 cache hingga 2MB. Sebagai informasi, pada Merom konfigurasi penuh ia dilengkapi hingga cache 4MB, hanya saja ia digunakan secara khusus untuk varian processor Core 2 Duo sebagai processor kasta tertinggi.

Saat Celeron versi dual core yang berbasis Merom-2M dikeluarkan, Intel juga mengeluarkan processor Celeron yang berbasis Penryn-3M dengan FSB hingga 800MT/s, namun hanya memiliki 1MB L2 cache dan single core. Basis Penryn-3M ini juga sebagai penanda processor Celeron pertama yang menggunakan proses produksi 45nm.

Untuk model dual core Celeron dengan proses produksi 45nm juga berbasiskan core Penryn-3M. Sayangnya, khusus varian processor Celeron tidak ada peningkatan disisi kapasitas cache. Kesemua model Celeron dual core Penryn-3M hanya dilengkapi 1MB L2 cache. Pada masa ini juga mulai dihadirkannya solusi platform CULV (Consumer Ultra Low Voltage) untuk varian processor Celeron.

2. Nehalem Microarchitecture

Dengan memasuki arsitektur baru Nehalem dibandingkan arsitektur Core, di mulainya penggunaan core Arrandale pada beberapa model processor Celeron. Memang tidak banyak jenis model Celeron yang berbasiskan Arrandale ini. Namun, mulai terintegrasinya GPU di dalam processor, membuat varian Celeron makin menjadi pilihan paling value.

Bila dibandingkan generasi sebelumnya, yang menggunakan core Penrryn-3M, pada core Arrandale kini dilengkapi L2 cache hingga 2MB. Hal ini menjadikan tingkatan performa yang juga meningkat dibandingkan sebelumnya.

 3. Celeron basis Sandy Bridge

Mendekati generasi arsitektur yang paling baru yang menjadi mainstream saat ini, tidak ketinggalan varian processor Celeron juga hadir menggunakan arsitektur Sandy Bridge. Celeron yang menggunakan core Sandy Bridge adalah varian terbanyak, akibat popularnya generasi processor Intel yang berbasis arsitektur Sandy Bridge ini.

Walau secara arsitektur tidak ada perbedaan antara model kelas atas dengan kelas bawahnya, model Celeron memiliki pemangkasan yang signifikan untuk fitur yang dimiliki oleh integrated GPU di dalam processor. Di mana meski dilengkapi HD Graphics dengan 6 Excecution Unit, tapi banyak fitur teknologi yang hilang seperti Intel Quick Sync Video, InTru 3D, Clear Video HD, Wireless Display, and tidak adanya dukungan 3D Video. Hal ini juga termasuk operasionalnya, yang mana rata-rata model Celeron bekerja pada clock yang tidak melebihi angka 2GHz. Untuk fitur CPU signifikan, beberapa yang hilang adalah Tubor Boost,  Hyper-Threading, VT-d, TXT dan AES-NI. Selain itu, model Celeron selalu dibatasi ukuran unified cache, yang disini adalah L3 cache hingga maksimal 2MB saja.

4. Celeron basis Ivy Bridge

Core Ivy Bridge adalah core paling mutakhir bagi model processor Celeron yang baru hadir di awal tahun 2013 ini. Belum banyak produsen yang menggunakan Celeron berbasis Ivy Bridge ini, namun tawaran utama peningkatan performa sudah dipastikan. Di mana pada operasionalnya, beberapa model processor sudah tersedia dengan clock yang melebihi 2GHz. Selain itu, core GPU didalam processor sudah menggunakan varian baru dari HD Graphics 2500 yang juga berjalan pada clock lebih tinggi. Sayangnya memang beberapa fitur signifikan masih absen pada model processor di kasta terendah ini. Namun begitu, sisi keterjangkauan (value) tidak akan bisa tidak akan bisa ditemukan pada varian processor yang lain.

Performa

Pada kesempatan ini kami juga talah melakukan serangkaian pengujian terhadap kemampuan salah satu perangkat notebook yang menggunakan Intel Celeron, tepatnya seri Intel Celeron B810, 1.6 GHz (16 x 100).

Meski tergolong varian processor kelas value, namun seiring peningkatan teknologi yang dihadirkan pada generasi processor terbarunya, varian processor celeron otomatis mengalami peningkatan performa terutama dalam kinerja grafisnya. Hal ini disebabkan penggunaan Intel HD Graphics sebagai engine pengolah grafis  yang terintegrasi di dalam processor. Bahkan seperti yang terlihat pada tabel spesifikasi di atas, GPU frequency yang dimilikinya cukup tinggi mencapai 1000MHz.

PCMark 7 Score 1453
PCMark 7 Creativity 1845
PCMark 7 Computational 2129
PCMark 7 Storage  1548
3Dmark Vantage 3510
Dirt 3 (medium, 1280×1024, 4xAA) 12.79 fps
PES 2013 (medium,  1280×720) 55 fps

Dari hasil pengujian, performa secara komputasi memang tidak terlalu menonjol, namun dari segi grafis nilainya cukup baik. Untuk game PES (Pro Evolution Soccer) 2013 diperoleh frame rate 55fps sedangkan game yang cukup berat seperti Dirt3 masih mampu dijalankan meski dengan nilai 13fps saja. Hal ini membuktikan bahwa kemampuan Celeron saat ini sudah cukup mumpuni untuk menjalankan game, tidak hanya sebatas penggunaan aplikasi dokumen maupun browsing internet saja.

Share on Facebook0Tweet about this on Twitter0Share on Google+0Share on Tumblr

Comments

comments

Add a Comment