Virtual Reality : Trend Gaming Masa Depan

This entry is part 5 of 5 in the series Virtual reality
Share on Facebook0Tweet about this on Twitter0Share on Google+0Share on Tumblr

 

Pernahkah Anda mendengar istilah Virtual Reality? Yup, istilah ini mungkin terdengar tidak asing di telinga kita. Dan sejak tahun 90-an, teknologi ini sudah sangat popular kemudian tenggelam karena memang belum siap untuk dihadirkan sebagai produk konsumen. Penggunaannya lebih banyak diperuntukkan sebatas segmen industri, militer dan medis.

VR yang digunakan ilmuwan NASA

Lalu apa sebenarnya Virtual Reality itu? Menurut Wikipedia, Virtual Reality atau juga dikenal sebagai immersive multimedia merupakan teknologi yang membuat pengguna dapat berinteraksi dengan suatu lingkungan yang disimulasikan oleh komputer (computer-simulated environment), suatu lingkungan sebenarnya yang ditiru atau benar-benar suatu lingkungan yang hanya ada dalam imajinasi. Lingkungan realitas maya terkini umumnya menyajikan pengalaman visual, yang ditampilkan pada sebuah layar komputer atau melalui sebuah penampil stereokopik, tapi beberapa simulasi mengikutsertakan tambahan informasi hasil penginderaan, seperti suara melalui speaker atau headphone.

Saat ini mungkin Anda dapat menjumpai berbagai perangkat yang mengunsung teknologi VR dengan nama atau istilah yang berbeda. Namun secara konsep, teknologi VR ini mengerucut pada satu tujuan, yakni menciptakan dunia tiga dimensi memanfaatkan teknologi komputer di mana user dapat memanipulasi, mengeksplor dan merasakan bahwa dia tengah berada di dalam dunia tersebut.  Sehingga secara esensial, VR umumnya mencakup 2 poin utama yakni :

  1.  Mampu menghadirkan gambar tiga dimensi yang sesuai dengan  perspektif pengguna dan memiliki kemampuan untuk melacak gerakan pengguna, terutama kepala dan gerakan mata.
  2. Sejalan dengan itu VR mampu menyesuaikan gambar pada layar pengguna untuk mencerminkan perubahan dalam perspektif.

Untuk menunjang VR system, dukungan ragam input device sangat penting untuk menghadirkan pengalaman sealami mungkin layaknya di dunia nyata. Berikut ini adalah beberapa perangkat input yang umumnya digunakan :

  • Joysticks
  • Force balls/tracking balls
  • Controller wands
  • Datagloves
  • Voice recognition
  • Motion trackers/bodysuits
  • Treadmills

Virtual reality hadir sebagai realisasi dari sebuah ide tau konsep yang hadir sejak tahun 1950 dari seorang cinematographer yang bernama Morton Heilig. Morton Heilig kala itu, membuat sebuah mesin yang diberi nama Sensorama dan sudah dilengkapi dengan odor meter, serta kursi yang bergerak ketika memvisualisasikan gambar ke penonton.  Beberapa tahun setelah itu, konsep virtual reality kemudian hadir dalam bentuk yang lebih canggih dengan memanfaatkan teknologi komputer dan layar monitor lewat ide Douglas Engelbart yang merupakan seorang teknisi radar. Pada masa itu, komputer rata-rata masih berukuran besar dan harus selalu ditempatkan pada ruangan ber-AC. Selain itu, pengguna komputer juga rata-rata adalah orang-orang yang benar ahli dibidangnya. Adalah Douglas Engelbart yang melihat potensi lain dari sebuah komputer, terkait dengan VR. Sebagai seorang visioner sejati serta pengalamannya dengan radar, Engelbart mampu membayangkan tampilan digital yang berasal dari komputer ketimbang hanya melihat komputer sebagai sebuah mesin raksasa. Dengan menghubungkan dengan komputer, ia tahu bahwa akan ada hal-hal yang bisa ditemukan selanjutnya.

Sebelum tahun 1950-an , komputer adalah mesin besar yang telah digunakan oleh militer. Mereka digunakan untuk menjadi mesin powerful yang bisa mengambil power supply sebuah kota .

Pada tahun 1980-an dan 90-an , Virtual Reality menjadi sebuah konsep yang telah diyakini sebagai sebuah masa depan sebagai sebuah perangkat yang merefleksikan dunia nyata dalam versi digital. Berbagai perangkat konsol dan video game pun mulai bermunculan dengan menawarkan konsep serta grafis yang benar-benar terlihat nyata, hingga akhirnya teknologi VR dengan konsep baru hadir seperti Oculus Rift, Project Morpheus dan lain-lain.

Timeline

VR pada games Sword of Damocles

  • 1950-an : Morton Heilig membuat sebuah tulisan berjudul “Experience Theatre” yang berisi keterlibatan panca indera ketika melihat sebuah objek visual. Dan pada akhirnya ia merealisasikan lewat prototipe mesin yang di beri nama Sensora
    ma. Mesin ini mampu menghadirkan efek yang dapat dirasakan oleh penonton meliputi, suara, bau, sentuhan, dan tentu saja visual.
  • 1962 : konsep virtual reality kemudian hadir dalam bentuk yang lebih canggih dengan memanfaatkan teknologi komputer dan layar monitor lewat ide Douglas Engelbart yang merupakan seorang teknisi radar.
  •  1965 : Ivan Sutherland berusaha untuk meniru dunia fisik dengan penggunaan penemuannya. Dia menyebutnya  Ultimate Display . Virtual Reality dalam penemuan ini akan terlihat seperti dunia yang kita tinggali. Versi Sutherland ini tidak hanya
    berfokus pada objek 3D tetapi juga memberikan rangsangan taktil yang dianggap oleh beberapa orang sebagai konsep asli ketika mempertimbangkan sejarah Virtual Reality .
  • 1966 : Thomas A. Furness III memperkenalkan visual flight Simulator untuk pesawat Air Force.
  • 1968 : Ivan Shuterland bersama dengan muridnya Bob Sproull membuat virtual reality dan augmented reality pertama dengan sistem head-mounted Display yang diberi nama The Sword of Damocles.
  • 1978 : Andrew Lippman bersama timnya mengembangkan Hypermedia System lewat Aspen Movie Map yan
    g menawarkan virtual tour dalam kota Aspen.
  • 1991 : Antonio Media yang merupakan ilmuwan NASA merancang sebuah virtual reality system yang mampu untuk mengendalikan Rover Mars (sebuah kendaraan jelajah tanpa awak di mars) dari bumi lewat system yang diberi nama Computer Stimulated Teleoperation.
Series Navigation<< Implementasi Teknologi Virtual Reality pada Industri Game
Share on Facebook0Tweet about this on Twitter0Share on Google+0Share on Tumblr

Comments

comments

Add a Comment