Vivaldi : Browser Baru Untuk Power User

Share on Facebook0Tweet about this on Twitter0Share on Google+0Share on Tumblr

Vivaldi browser

Penggunaan Internet kian hari kian marak, tentunya hal tersebut tidak lepas dari fungsi internet browser atau web browser untuk mencari informasi dengan mengetikkan alamat yang kita tuju melalui address bar pada web browser tersebut.

Saat ini kita mengenal lima web browser popular yang mungkin salah satunya tengah Anda gunakan saat ini. kelima web browser itu diantaranya adalah Google Chrome, Mozilla Firefox, Safari, Opera dan Internet Explorer. Namun kabarnya Microsoft akan menggantikan Internet Explorer dengan browser baru dengan code name Spartan bersamaan dengan rilisnya Windows 10. Hal ini diumumkan Microsoft di acara preview Windows 10 pada 21 Januari 2014.

Selain Spartan, ternyata dunia internet juga kedatangan web browser baru dengan nama Vivaldi. Vivaldi sendiri merupakan freeware web browser yang dikembangkan oleh Vivaldi Technologies, yang merupakan perusahaan yang didirikan oleh co-founder dan CEO Opera,  Jon Stephenson von Tetzchner.

Vivaldi saat ini sudah masuk dalam versi preview release tahap dua setelah versi awalnya dirilis pada 27 Januari 2015 lalu. Web browser ini secara teknis sudah mendukung sistem operasi Windows, OS X dan LINUX serta sudah tersedia dalam 30 bahasa. User juga sudah dapat mendownload-nya secara gratis pada website resminya di www.vivaldi.com dan sudah tersedia dalam dua versi yakni versi 32-bit dan 64-bit. Namun sayangnya untuk versi 64-bit masih bersifat eksperimental.

Awalnya Vivaldi merupakan sebuah komunitas virtual (Vivaldi.net) yang menggantikan My Opera yang ditutup pada Maret 2014. Jon Stephenson von Tetzchner tampaknya sangat kecewa dengan keputusan ini, karena ia percaya bahwa komunitas Opera berperan cukup besar terhadap Opera Browser. Pada 2011 Jon Stephenson von Tetzchner memutuskan untuk keluar dari Opera, dan pada 2013 ia mendirikan Vivaldi Technologies yang menjadi wadah lahirnya Vivaldi browser.

Berbeda dengan browser pada umumnya, Vivaldi merupakan browser yang lebih ditujukkan untuk power user. Istilah tersebut mengacu pada pengguna seperti hardcore technologist, dan internet addict. Selain itu, Vivaldi juga menghadirkan beberapa fitur popular di Opera yang sempat hilang dikarenakan adanya transisi perubahan engine presto ke Blink.

Fitur

Vivaldi hadir dengan interface yang sangat sederhana meliputi pengunaan font dan icon. Pada bagian address bar pun sangat sederhana, hanya berisikan fungsi-fungsi esensial saja meliputi tombol home, refresh, fast forward, rewind speed dial, forward, dan back. Pada bagian sisi kiri, secara default akan muncul panel setting yang memberikan kemudahan bagi user untuk mengakses fitur-fitur yang dihadirkan browser ini.

Browser ini memiliki tampilan yang dynamic, di mana warna panelnya akan berubah menyesuaikan warna halaman website yang dikunjungi.

vivaldi color
vivaldi color 2

Quick Command

Fitur Quick Command merupakan fitur yang khusus disediakan Vivaldi bagi para user yang lebih banyak mengadalkan keyboard dalam mengoperasikan komputer. Dengan fitur ini, Anda dapat dengan mudah melakukan perintah secara cepat seperti membuka tab, bookmark,dan  membuka menu setting melalui tombol keyboard saja. Anda juga dapat mengatur tombol yang diinginkan untuk menjalankan perintah tertentu.

vivaldi's quick command

Notes

Vivaldi juga menghadirkan fitur yang tak kalah menarik, yakni Notes. Dengan fitur ini, Anda dapat membuat catatan penting selagi browsing serta mengambil gambar (screenshot) secara instan halaman web yang kita temukan.

Speed Dials

Fitur ini akan mengumpulkan beberapa website favorit Anda sehingga dapat diakses dengan mudah. Selain itu, Anda pun bisa membuat dial group khusus sesuai dengan konteksnya semisal, sport, work, news, technology dan lain-lain.

Tab Stack

Fitur Tab Stack merupakan fitur andalan dari Vivaldi yang mampu mengelompokkan tab agar lebih teratur dan mudah diakses. Untuk mengorganisir tab ini, cukup lakukan drag salah satu tab ke tab, maka dengan seketika. Fitur Tab Stack memiliki fungsi hampir sama dengan fitur OneTab yang merupakan add-ons dari Google Chrome.

Performance

Kami juga sempat mengujikan kemampuan web browser ini dengan menjalankan beberapa benchmark khusus seperti Peackeeper dan HTML5 test. Untuk melihat seberapa besar kemampuannya, berikut ini kami tampilkan nilai skor yang diperoleh serta skor browser lain sebagai pembanding.

 

 

 

Share on Facebook0Tweet about this on Twitter0Share on Google+0Share on Tumblr

Comments

comments