Vulkan Menjanjikan Performa Game yang Lebih Baik

Share on Facebook0Tweet about this on Twitter0Share on Google+0Share on Tumblr

vulkan

Microsoft DirectX 12 dan Apple’s Metal merupakan generasi baru dari Graphics API berikutnya. Secara sederhana, Graphics API ini adalah sebuah software yang mengijinkan para software developer untuk mengakses berbagai fungsi hardware. Sebagai informasi, peran API dalam game 3D sangat krusial, karena software ini yang akan mengatur bagaimana sejumlah komponen sistem, khususnya komponen grafis akan berinteraksi, menjembatani komunikasi antara game 3D dengan komponen pengolah grafisnya.

Selain Microsoft DirectX 12 dan Apple’s, ternyata terdapat Graphics API lain yang juga akan tersedia dalam waktu dekat, yakni Vulkan™. Apa yang membedakan antara Vulkan™ dengan Graphics API lainnya? Yang jelas, Vulkan™ merupakan Graphics API yang menawarkan dukungan cross-platform. Artinya, Vulkan™ akan membawa teknologi grafis generasi berikutnya ke dalam berbagai platform meliputi Android, Steam OS, Tizen, LINUX, dan seluruh versi sistem operasi Windows hingga sistem operasi yang akan digunakan pada perangkat Nintendo berikutnya.

Latar Belakang Kemunculan Vulkan™

Masih ingat dengan Mantle? Yup, ini adalah Graphics API kreasi AMD yang merupakan perwujudan dari upaya mereka dalam mendukung pengembangan game pada PC sehingga dapat dioptimalkan semaksimal mungkin. Mantle pertama kali diumumkan kehadirannya pada tahun 2013 bersaaman dengan acara AMD GPU14 TECH DAY. Lalu apa hubungan antara Mantle dan Vulkan™? Perlu diketahui, Mantle adalah cikal bakal dari kemunculan Vulkan. Namun sebelum lebih jauh membahas mengenai Vulkan™, kita akan terlebih dahulu membahas mengenai Mantle.

mantle

Mantle merupakan Graphics API yang ditujukkan langsung untuk para game developer. Graphics API ini menjanjikan performa game yang lebih baik dengan menciptakan graphics layer yang lebih efisien. Secara teknis, hal ini menjanjikan CPU overhead yang lebih rendah serta akses langsung pada low-level graphics hardware.

Hadirnya Mantle merupakan ancaman cukup serius pada Microsoft DirectX dan Cross-platform OpenGL, di mana sebagian besar game PC saat itu menggunakan kedua basis API tersebut. Mantle digadang-gadang menjadi next-gen Graphics API karena menawarkan berbagai kelebihan yang tidak dimiliki oleh Microsoft DirectX. Sebagai informasi DirectX dirancang untuk dapat bekerja di hampir semua tipe hardware di industri. Namun sayangnya perkembangan API ini tidak sejalan dengan perkembangan hardware. Bahkan pada prakteknya sendiri, API yang terbilang usang ini justru dapat menjadi penghambat performa karena memiliki overhead yang besar. Inilah alasan mengapa hardware pada PC tidak dapat dioptimalkan seperti pada perangkat konsol (Playstation, Xbox).

DirectX 12 , Metal dan Vulkan

Hadirnya Mantle dengan segala kelebihannya, merupakan pukulan telak bagi Microsoft. Sejumlah game developer telah mengakui keunggulan Mantle melalui program ekperimental-nya. Hingga pada akhirnya, pada tahun 2014 Microsoft merilisi versi DirectX terbaru mereka yakni Microsoft DirectX 12 yang hadir bersama Windows 10 dan Xbox One. DirectX 12 hadir dengan membawa segala kelebihan seperti yang dimiliki Mantle dan menjanjikan efisiensi sistem grafis yang lebih baik dibandingkan DirectX 11. Selain itu, DirectX 12 juga dirancang untuk memiliki akses langsung terhadap low-level graphics hardware.

Di tahun yang sama, Apple ternyata juga merilis graphics API miliknya yang diberi nama Metal. Metal ini nantinya akan digunakan pada berbagai produk keluaran Apple seperti iPhone, iPad yang menggunakan basis iOS 8 dan Mac OS dengan OS X 10.11 El Capitan.

Dengan hadirnya Microsoft DirectX 12, AMD sepertinya merubah strategi mereka. Hal tersebut terlihat dari sejumlah game yang menggunakan experimental mantle support, pada akhirnya tidak dirilis publik. AMD mengumumkan bahwa mereka akan fokus terhadap Microsoft DirectX 12 dan “Next-Generation OpenGL initiative” ketimbang melanjutkan pengembangan platform-nya sendiri (Mantle).

Melalui Next-Generation OpenGL initiative yang merupakan bentukan Khonos Group ini, AMD kemudian mengajukan proposal XGL berdasarkan project mantle hingga pada akhirnya terciptalah Vulkan™.

Pada Februari 2016, Kronos mengumumkan tentang spesifikasi Vulkan 1.0 API yang akan segera dirilis. Dengan transisi menuju ketersediaan secara publik spesifikasi Vulkan 1.0 API, AMD akan segera merilis versi beta dari software Vulkan™ API-enabled. Driver baru ini, berkolaborasi dengan hardware grafis Radeon ™, memungkinkan pengembang game PC untuk menghilangkan bottlenecks (tidak optimal) dari faktor  software dengan menawarkan solusi baru, dan mampu menghadirkan pengalaman saat bermain game dengan visual yang jauh lebih detail.

Vulkan™ adalah Graphics API low-overhead berkemampuan tinggi yang memberikan pengembang kontrol software mendalam untuk memaksimalkan kinerja, efisiensi, dan kemampuan dari Radeon ™ GPU dan multi-core CPU. Dibandingkan dengan OpenGL, Vulkan ™ secara substansial mengurangi overhead API, yang mana pekerjaan background dari GPU atau CPU terlebih dahulu harus menafsirkan apa yang game butuhkan dari hardware. Mengurangi overhead berarti memberikan hardware lebih banyak waktu untuk menghadirkan fitur, kinerja, dan kualitas gambar yang lebih baik lagi. Vulkan ™ juga membuka fitur hardware GPU yang biasanya tidak dapat diakses melalui OpenGL, dan mendukung Windows® 7, Windows 8.1, Windows 10, Android, dan Linux.

next gen API

vulkan on nvidia

credit : Howtogeek

Dengan konsorsium perusahaan hardware dan software yang membentuk Khronos ™ Group, AMD siap untuk memberikan teknologi rendering game terbaru dan  termutakhir untuk jutaan pengguna dan banyak sistem operasi secara bersamaan:

“Rilis dari spesifikasi Vulkan ™ 1.0 adalah langkah besar ke depan untuk pengembang. Vulkan ™ API, yang berasal dari Mantle akan membawa manfaat kinerja API grafis dengan overhead rendah berperforma tinggi untuk kepentingan aplikasi cross-platform dan cross-vendor yang ditargetkan, “kata Raja Koduri, Senior Vice President and Chief Architect, Radeon Technologies Group, AMD. “Promosi teknologi terbuka dan scalable terus menjadi fokus di AMD, sebagai pelopor dalam segmen low-overhead API. Sebagai anggota dari Khronos ™ Group, AMD bangga untuk berkolaborasi dengan para pemimpin industri hardware dan software untuk mengembangkan API Vulkan ™ untuk menyalakan evolusi berikutnya dalam pengembangan game PC. “

Fitur yang dibawa Vulkan

Seperti dijelaskan sebelumnya, Vulkan™ menawarkan sejumlah keunggulan dibandingkan Graphics API lainnya. Kendati begitu, Vulkan™ bukan diciptakan untuk menggantikan atau berkompetisi dengan Graphics API lainnya. Ia justru memberikan alternatif atau opsi yang lebih luwes kepada para developer yang ingin menciptakan sebuah aplikasi memanfaatkan Graphics API ini. Benefit-nya tentu saja terletak pada segi efektivitas dan efisiensi, di mana telah disebutkan secara eksplisit di paragraf sebelumnya bahwa Vulkan™ merupakan cross-platform Graphics API. Hal ini mengindikasikan bahwa developer kini akan memperoleh kemudahan saat melakukan porting aplikasi mereka pada platform yang berbeda-beda tanpa harus menulis kode lagi dari awal.

Vulkan vs OpenGL

Untuk lebih jelasnya, kami akan jabarkan sejumlah fitur yang dimiliki oleh Vulkan yang bisa menjadi pertimbangan para developer untuk menggunakannya.

  1. Mampu mengurangi driver overhead, mengurangi beban kerja CPU.
  2. Mampu mengoptimalkan kinerja CPU untuk memproses tugas secara parallel. Sebagai infromasi, Graphics API sebelumnya yakni DirectX 11 dan OpenGL 4 dirancang untuk single core CPU dan tidaklah mudah untuk memanfaatkan multi-core CPU untuk membagi beban kerja secara merata. Pada akhirnya, sejumlah core menjadi overload sementara core yang lain berada pada posisi idle. Inilah yang akhirnya memberikan dampak terhadap performanya yang menjadi tidak optimal dan sering kali menyebabkan terjadinya bottleneck.
  3. Ketimbang menggunakan GLSL (OpenGL Shading Language) yang merupakan high Level Language yang digunakan OpenGL, Vulkan justru menggunakan SPIR-V (Standard Portable Intermediate Representation) yang merupakan intermediate language yang sebanding dengan HLSL (High Level Shading Language) yang dikembangkan oleh Microsoft.
  4. Sistem kernel terpadu dengan graphical shader, menghilangkan kebutuhan compute API terpisah dalam hubungannya dengan graphics API.
  5. Cross-platform API yang mendukung baik pengolah grafis segmen high-end yang digunakan pada desktop maupun pengolah grafis yang digunakan pada perangkat mobile.

Game Berbasis Vulkan

Seperti halnya DirectX 12 dan Metal, Vulkan bukanlah sesuatu yang bisa dipilih oleh gamer. Vulkan merupakan sistem pemrograman grafis terbaru yang dapat dipilih oleh game developer untuk digunakan.

Saat ini memang belum banyak terdapat game yang menggunakan basis Vulkan. Namun, seperti halnya, DirectX 12 dan Metal, seiring dengan perkembangannya maka akan tersedia game-game yang mendukung teknologi ini.

Saat ini bahkan sudah terdapat salah satu game yang secara eksperimental mendukung Vulkan, yakni The Talos Principle. Meski begitu, game ini pada dasarnya memang tidak dirancang untuk mendukung Vulkan, sekedar opsi tambahan saja. Sementara untuk peningkatan performanya, sampai saat ini belum terdapat pengujian resmi yang diperlihatkan. Lagi pula, jika pun ada, kemungkinan Vulkan belum dapat memberikan peningkatan performa yang signifikan mengingat untuk saat ini Vulkan pada game tersebut belum dioptimalkan sepenuhnya.

Share on Facebook0Tweet about this on Twitter0Share on Google+0Share on Tumblr

Comments

comments

Add a Comment